Senin, 20 Agustus 2012

Legenda Pohon yang Kehilangan Roh



Ada satu kebiasaan aneh yang sering dilakukan penduduk primitif di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Mereka punya kebiasaan meneriaki pohon. 

Apa maksudnya?

Kebisaan ini ternyata mereka lakukan bila mendapati pohon dengan akar-akar yang sangat kuat, yang sulit untuk dipotong dengan kapak. 

Lantas apa tujuannya?

Ya, agar pohon itu mati. 

Lalu bagaimana mereka melakukannya?

Beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas, bersama penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya pada pohon itu, seperti mengutuknya, selama berjam-jam, setiap hari hingga kurang lebih empat puluh hari.

Apa yang terjadi selanjutnya sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering dan rontok. Kemudian pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan buruk yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya, dan kemudian mati.

Ingatlah, setiap kali kita berteriak atau mengatakan sesuatu yang buruk pada seseorang karena jengkel atau marah, kita mulai mematikan roh mereka. 

 Namun bagaimana bila kita yang diteriaki?
Ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah berdiskusi tentang harapan kita masing-masing.

Karena bagaimanapun, setiap perkataan yang keluar dari mulut kita sangat berpengaruh pada orang lain. Mereka mungkin lupa apa yang kita katakan, tapi mereka akan selalu ingat apa yang mereka rasakan karena perkataan kita. Maka, bijaklah.

1 komentar:

  1. Wesss keren cerita lo.
    ngena bgt di hidup gue,,ga jarang gue ma tmen2 cela2an..emg si uda kya hal lumrah biasa aja,,tpi efeknya shit man..
    Thnks ni buat cerita lo

    BalasHapus