Ada satu kebiasaan aneh yang sering dilakukan penduduk primitif di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Mereka punya kebiasaan meneriaki pohon.
Apa maksudnya?
Kebisaan
ini ternyata mereka lakukan bila mendapati pohon dengan akar-akar yang
sangat kuat, yang sulit untuk dipotong dengan kapak.
Lantas apa
tujuannya?
Ya, agar pohon itu mati.
Lalu bagaimana mereka melakukannya?
Beberapa
penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon
itu. Lalu, ketika sampai di atas, bersama penduduk yang ada di bawah
pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya pada pohon itu, seperti
mengutuknya, selama berjam-jam, setiap hari hingga kurang lebih empat
puluh hari.
Apa
yang terjadi selanjutnya sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu
perlahan-lahan daunnya mulai mengering dan rontok. Kemudian pohon itu
akan mati dan mudah ditumbangkan.
Apa
yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun mereka
telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan buruk yang dilakukan terhadap
mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut
kehilangan rohnya, dan kemudian mati.
Ingatlah,
setiap kali kita berteriak atau mengatakan sesuatu yang buruk pada
seseorang karena jengkel atau marah, kita mulai mematikan roh mereka.
Namun bagaimana bila kita yang diteriaki?
Namun bagaimana bila kita yang diteriaki?
Ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah berdiskusi tentang harapan kita masing-masing.
Karena
bagaimanapun, setiap perkataan yang keluar dari mulut kita sangat
berpengaruh pada orang lain. Mereka mungkin lupa apa yang kita katakan,
tapi mereka akan selalu ingat apa yang mereka rasakan karena perkataan
kita. Maka, bijaklah.

Wesss keren cerita lo.
BalasHapusngena bgt di hidup gue,,ga jarang gue ma tmen2 cela2an..emg si uda kya hal lumrah biasa aja,,tpi efeknya shit man..
Thnks ni buat cerita lo